Tata cara shalat dhuha dan bacaannya

Friday, October 13th 2017. | Tips

Tata cara shalat dhuha dan bacaannya ada beberapa langkahnya yang mungkin bisa dipraktekkan. Shalat dhuha merupakan shalat yang bisa mendatangkan rizky dan bisa menjadi amal harian jika dilakukan secara rutin. Dikerjakan saat matahari terbit hingga condong kebarat, atau bisa dikatakan waktunya terbentang beberapa jam sebelum dhuhur, 20 menit setelah matahari terbit sampai 15 menit sebelum masuk dhuhur. Paling afdolnya seperempat siang jika dilakukan di Indonesia, kalo diarab ditandai dengan panasnya padang pasir di siang hari dan beranjaknya anak unta.

Shalat Dhuha memiliki beberapa keutamaan antara lain seperti 2 rakaat sholat dhuha bernilai 360 sedekah, 4 rakaat shalat dhuha membawa kecukupan rizky, berpahala umroh, mengikuti sunnah Rasulullah dan menjadi ladang amal, dicatat sebagai orang-orang yang taat jika dilakukan secara rutin, dll.

Tata cara sholat dhuha dan bacaannya

Kadang kala kebanyakan muslim masih bingung bagaiman cara pengerjaan shalat dhuha yang benar sesuai tuntunan Rasulullah, walaupun terdapat banyak versi pada seperti marzab, syafii, hambali, hanafi dan maliki namun pada intinya semua berpegang pada tuntunan sunnah Rasulullah.

Adapun langkah, beserta tata caranya antara lain sebagai berikut :

  • Diawali dengan niat
  • Takbiratul ikram, lebih baik di ikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat atau Ayat Al-Qur’an
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al-fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al-Qur’an, bisa surat Adh Dhuha atau lainnya
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

Sedangkan untuk rakaatnya sebagian ulama sepakat tidak membatasi rakaat yang akan dikerjakan dalam sholat dhuha, ada yang mengatakan 12 rakaat ada juga yang mengatakan lebih dari itu hingga waktu dhuha habis. Namun Rasulullah kadang melaksanakan 2 rakaat, kadang 8 rakaat. Sebenarnya pengerjaan sholat dhuha simple seperti shalat sunnah pada umumnya, yang memiliki 2 rakaat.

Untuk niat memang memiliki versi sendiri-sendiri ada yang melafazkan, ada pula yang tidak sesuai ke 4 marzab (syafii, hanafi, hambali, maliki). Tapi,  mengenai niat dalam sholat semua ulama sepakat bahwa niat adalah hati. Sehingga tidak perlu di ucapkan dengan lisan, karena melafazkan niat melalui lisan saja tidak cukup untuk memantapkan niat tersebut. Selain itu Rasulullah juga tidak mencontohkan untuk melafazkan niat dalam sholat.

Sedangkan untuk doa setelah melalukan shalat dhuha tidak ada doa yang khusus seperti yang di ajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu beberapa kitab-kitab para ulama Fiqih tidak ada yang mencantumkan doa khusus setelah shalat dhuha. Dalam Fiqih sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, maupun dalam Fiqih empat marzab. Sehingga kita bisa berdoa seperti pada umumnya dengan doa-doa yang baik.

Namun ada satu doa yang cukup popular dari Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj, doanya sebagai berikut.

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.