Kontraktor Kubah Masjid Wapauwe Maluku Utara

Sunday, April 29th 2018. | Bisnis

Masjid serta perang kemerdekaan Indonesia, yaitu satu yg tidak terpisahkan. Pada saat itu, banyak kontraktor kubah masjid yang berpindah peranan jadi pusat komando serta basis perjuangan melawan penjajah.

Tersebut disini sebagian masjid, dari demikian banyak kontraktor kubah masjid di semua Indonesia yang miliki jalinan histori dengan perang kemerdekaan Indonesia, masjid yang ikut jadi saksi perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah.

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
Masjid Raya Baiturrahman, mungkin saja yaitu satu diantara masjid yang miliki histori paling panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjalanannya, masjid ini pernah dibumihanguskan oleh Belanda waktu serangan ke Koetaradja (Banda Aceh) pada 10 April 1873. Robohnya bangunan kontraktor kubah masjid menyebabkan meletusnya perlawanan orang-orang Aceh.

Mereka berjuang menjaga kontraktor kubah masjid sampai darah penghabisan. Pada pertempuran itu, pihak Belanda kehilangan seseorang panglima mereka, Major General Johan Harmen Rudolf Kohler pada 14 April 1873, akibat ditembak dengan memakai senapan oleh seseorang pasukan perang Kesultanan Aceh yang lalu diabadikan tempat tertembaknya pada suatu monumen kecil di bawah pohon kelumpang yang ada di dekat pintu masuk samping utara Masjid Raya Baiturrahman.

kontraktor kubah masjid
Sebagai markas perang serta benteng pertahanan rakyat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman difungsikan sebagai tempat untuk semua pasukan perang Kesultanan Aceh berkumpul untuk membuat kiat serta taktik perang. Histori mencatat kalau pahlawan-pahlawan nasional Aceh seperti Teuku Umar serta Cut Nyak Dhien ikut serta mengambil andil dalam menjaga Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid Al-Mujahidin Cibarusah, Bekasi
Banyak orang-orang Indonesia yang belum mengetahui lebih jauh Masjid al-Mujahidin yang terdapat di Cibarusah Bekasi ini. Masjid ini ada di kampung Babakan Desa Cibarusah Kota atau umum di sebut Masjid KBC atau Masjid Kampung Babakan Cibarusah. Masjid Al Mujahidin didirikan pada era kolonial Belanda, yakni pada bln. Juni th. 1937. Kontraktor kubah masjid tua ini jadi saksi histori perjuangan heroik umat Islam didalam melawan serta mengusir penjajah di Nusantara. Pada saat perjuangan kemerdekaan melawan Belanda serta Jepang Masjid al-Mujahidin ini jadi markas dan kamp kursus pasukan Laskar Hizbullah, pasukan perang bentukan Masyumi th. 1944 M.

Di pintu paling utama kontraktor kubah masjid Al Mujahidin dibagian atas ada tulisan kaligrafi Arab itu, seandainya di translate dengan bhs Indonesia lebih kurang seperti di bawah ini: ” Masjid Al Mujahidin Babakan Kota Cibarusah, Juni 1937, Robiul Awal 1358 ” Lalu ada pula logo Laskar Hizbullah serta satu prasasti yang melekat pada satu diantara dinding dari ke enam tiang yang ada bertuliskan bhs Belanda ” Herbouwd 1935/1935 Comite Masdjid “.

Masjid Asy-Syura atau mungkin dimaksud Masjid Cipari yaitu satu diantara masjid tertua di Kabupaten Garut. Masjid yang berada di desa Cipari, kecamatan Pangatikan ini mulai di bangun th. 1895 dalam kompleks pesantren, tetapi baru usai pada th. 1934. Pendirinya yaitu K. H. Yusuf Taudziri. Masjid ini mempunyai kekhasan lantaran serupa dengan bangunan masjid. Ciri yang menyatakan kalau bangunan itu yaitu kontraktor kubah masjid, semata-mata kubah masjid serta menara masjidnya.

Pada era kolonial tidak cuman difungsikan sebagai masjid serta pasantren, kontraktor kubah masjid ini sekalian sebagai tempat latihan perang, pertahanan pejuang kemerdekaan, serta berdirinya PSII cabang Garut. Sedang pada era kemerdekaan sebagai basis latihan tentara pejuang serta dapur umum.